Senin, 04 Februari 2013

Sejarah Proses Pembangunan Menara Siger Lampung


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Ferosemen merupakan konsep bangunan yang diterapkan dalam sebuah bangunan yang mempunyai nilai sejarah budaya, suku, dan ciri lainya ini. Bangunan megah yang dibangun dari bahan utama ferosemen ini mampu menyita perhatian wisatawan atau warga non Lampung yang menginjakan telapak kakinya di tanah Bakauheni, setiap orang yang belum mengerti unsur dan tujuan dibangunan mewah ini sekilas bertanya bagaimana proses pembangunannya?, bangunan itu adalah Menara Siger yang berdiri tegak menghadap laut selat sunda.

Lampung sebagai salah satu pintu gerbang pulau Sumatera dan pulau Jawa belum memiliki bangunan yang mencirikan khusus daerah Lampung (Landmark). Konstruksi yang ada selama ini hanya berupa portal atau gerbang yang menunjukan daerah batas atau kabupaten atau kotamadya di wilaya Lampung.

Lampung yang merupakan salah satu propinsi yang terletak bagian ujung pulau Sumatera ini merupakan tanah yang sering dijuluki sebagai “Serambi Sumatera” seperti Aceh dengan semboyan “Serambi Mekah” adalah daerah Sang Bumi Ruwai Jurai. Jika aceh terkenal dengan masjid Baiturrahman yang kokoh tetap berdiri dari terpaan gelombang tsunami dan mesum tsunami, palembang dengan Jambatan Ampera, Bali dengan keindahan alamnya, kini Lampung dengan Landmark-nya berupa Menara Siger.
Bangunan yang dibangun sejak tahun 2004 sampai tahun 2008 ini mempunyai kisah sejarah tersendiri, mulai dari perencanaan sampai proses pembangunan. Salah satunya adalah proses pembangunan menara siger yang memakan waktu cukup lama dan biaya yang cukup besar dari APBD Lampung, diharapkan tugu besar yang tegak berdiri ini bisa dibanggakan dalam berbagai segi.
Banyak sekali yang unik dan perlu dibahas dari menara siger, dari proses pembangunan yang cukup rumit dan memakan bahan yang unik, membuat bangunan in menjadi bangunan khas dan tersendiri. Proses pembangunan yang memakan waktu yang cukup lama menjadikan bangunan ini tidak akan mudah runtuh dan rusak
Tugu Siger  atau sering disebut Menara Siger adalah project idealisme dari pemerintah Propinsi Lampung yang ingin membuat identitas daerah Propinsi Lampung, seperti Menara Eiffelnya paris, twin towernya malaysia, Monasnya Jakarta dan lain sebagainya.

Pemerintah Propinsi Lampung membangun sebuah landmark yang diberi nama Menara Siger Bakauheni. Menara siger merupakan simbolik dari tapal batas awal tanah sumatera, dengan adanya menara siger merupakan titik nol batas tanah sumatera. Menara siger juga merupakan ikon kebanggaan masyarakat lampung yang meninggalkan catatan berupa sejarah dari segi teknis maupun yang melatarbelakanginya.
Menara siger diharapkan dapat mempresentasikan sejarah, budaya adat dan seluruh etnis lampung. Seluruh masyarakat Lampung berharap agar menara siger menjadi kebanggan lampung tersendiri.

B.   Alasan Pemilihan Judul
    Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, penulis memperoleh bahan sebagai materi penelitian langsung ke Menara Siger sejak tanggal 17 Januari 2013 sampai tahap penyusunan, dan penyusun mengambil judul:
“SEJARAH PEMBANGUNAN MENARA SIGER

C.  Tujuan Penelitian
              Adapun penulis mengambil judul tersebut karena beberapa alasan diantaranya adalah:
1.         Untuk mengetahui proses pembangunan Menara Siger
2.         Untuk mengetahui tujuan dibangunya Menara Siger
3.         Untuk mengetahui model dan bentuk Siger pertahun
4.         Untuk mendokumentasikan proses pembangunan Siger
5.         Untuk menambah ilmu dan wawasan yang masih belum kami ketahui.

D. Metode Pengumpulan Data
              Metode yaitu cara atau langkah yang  ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode yang di pakai dalam penyusunan karya tulis ini adalah:
1.  Metode observasi
Yaitu metode yang di lakukan dengan cara mengamati secara langsung objek yang di teliti

2.  Metode literatur
Yaitu metode yang dilakukan dengan mencari informasi yang berkaitan dengan objek sekitar tempat penelitian
3.    Metode Kuisioner
Yaitu metode yang dilakukan dengan bertanya kepada masyarakat setempat dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan

E.   Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembaca dalam memahami laporan ini kami menyajikan sistematika penulisan dengan susunan:
Bab 1: Pendahuluan, meliputi:
        Latar Belakang Masalah, Alasan Pemilihan Judul, Tujuan Penulisan, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika Penulisan.
Bab II:Pembahasan, meliputi:
        Deskripsi lokasi, keanekaragaman hayati, keanekaragaman aves.
Bab III: Penutup , meliputi:
          Saran – saran dan kata penutup





BAB II
PEMBAHASAN

A.  Mengenal Arsitek Perancang Menara Siger
Desain suatu bangunan adalah salah satu unsur penting untuk daya tarik bangunan itu, selain itu juga desain gambar sampai hal yang terkecil merupakan unsur penting. Termasuk menara siger, yang dimulai dari desain sampai proses peresmian dilakukan secara hati-hati.
Ir.Anshori Djausal,M.T adalah sang creator yang desainer dari menara siger. Beliau adalah ahli forasemen di Indonesia. Dua buku yang pernah ditulisnya tahun 2004 untuk membagi pengetahuan bagi generasi mendatang yaitu Pengantar Forasemen dan Aplikasi Forasemen. Beberapa karya konstruksi forasemen terbesar diberbagai tempat di Indonesia, termasuk beberapa dermaga forasemen yang dibangun dalam beberapa tahun terahir.
Ir.Anshori Djausal,M.T merupakan salah seorang pendiri IFS (International Forracement Society), organisasi internasional bidang forasemen ini didirikan tahun 1990, dan pada symposium Forasemen internasional ke 9 bulan mei 2009 di Bali beliau terpilih sebagai Presiden IFS untuk masa kerja 2009-2012.
Keahlian seorang Ir.Anshori Djausal,M.T dibidang forasemen bersama dengan ketertarikanya untuk mendalami berbagai keahlian lain dan berbagai hobi, kebudayaan lampung merupakan hal yang menarik baginya, sehingga penggalian nilai-nilai budaya  dapat teragenda untuk diangkat menjadi sesuatu yang istimewa. Menara Siger adalah karya gabungan antara keahlian forasemen dan adat budaya lampung yang juga ditekuninya.
Selain sebagai perangcang dan desainer bangunan menara siger, beliau juga merupakan salah satu penggagagas dan ideator pembangunan menara siger bersama Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Selama proses pemikiran dan sampai peresmian bangunan Menara Siger, beliau merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh dalam sejarah pembangunan Symbol Lampung itu.
Alumni jurusan Teknik Sipil ITB (1980) ini bekerja sebagai dosen di jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung (Unila) periode 1999-2004. Suami dari DR.Herawati Soekardi dan bapak dari empat anak serta kakek dari dua cucu ini juga selalu menempatkan keluarga sebagai pendorong utama untuk mengerjakan banyak hal dengan penuh semangat.
B.   Menara Siger, Landmark Propinsi Lampung
1.    Ide Dasar
Lampung sebagai salah satu pintu gerbang pulau Sumatera dan pulau Jawa belum memiliki bangunan yang mencirikan khusus daerah Lampung (Landmark). Konstruksi yang ada selama ini hanya berupa portal atau gerbang yang menunjukan daerah batas atau kabupaten atau kotamadya di wilaya Lampung. Oleh karena itu, pemerintah propinsi Lampung membangun sebuah Landmark yang diberi nama Menara Siger Bakauheni.
Ide dasar dari pembangunan siger adalah berawal dari gambar siger yang dikenakan wanita khas lampung dalam sebuah acara-acara khusus seperti acara pernikahan dan acara-acara resmi lainya



Gambar 1. Mahkota Siger dengan 9 puncak

Gambar 3. Perempuan Lampung dengan mahkota siger




Dipandang secara seksama, bangunan yang sekarang berdiri kokoh sangat mirip dengan mahkota siger. Karena memang ide awalnya dari lambang muli lampung.




2. Inspirasi Menara Siger 
Pada tahun 2001, melalui Bappeda Lampung, penulis mengusulkan kepada Gubernur Lampung Oemarsono perlunya sebuah landmark bagi Propinsi Lampung.Salah satu bentuk yang dipertimbangkan pada saat itu adalah kayu ara. Kayu ara merupakan budaya masyarakat Lampung merupakan pohon kosmologi (Lampung’s cosmological tree). Kayu ara merupakan hal yang penting dan selalu ada pada setiap upacaadat lampung.
 Gambar 4. Kayu Ara desain awal menara
 Gambar 5. Desain terusan kayu Ara

Gagasan awal membangun sebuah landmark yang menandai titik nol km Lampung telah menjadi pembicaraa awal Gubernur Lampung Bapak Sjachroedin ZP sejak tahun 1995.
Kemudian, pada tahun 2004, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP gagasan tersebut dilanjutkan dengan perencanaan yang lebih matang dan memutuskan penggunaan siger sebagai desain utama landmark dengan pertimbangan bentuknya yang unik dan khas Lampung. Pembangunan menara siger itu memakan waktu 4 tahun yang diresmikan langsung oleh Gubernur Lampung Bapak Sjachroedin ZP pada tanggal 30 April 2008, dalam peresmian ini Gubernur Lampung mengundang 32 Duta Besar Negara Sahabat di antaranya Negara kroasia,Srilangka,Jepang,Palestina,Afganistan,Singapura,dan Negara Filipina.
Belum pernah ada menara berbentuk siger yang pernah dibuat sebelumnya. Inspirasi bentuk siger berasal dari bentuk mahkota yang sangat khas yang dipakai oleh pengantin wanita dan pelaku adat lampung.
Bentuk siger secara sosio-politik telah terlegitimasi pada lambing Propinsi Lampung. Lambang ini telah resmi dipakai sejak tahun 1964. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan di atas maka dipilihlah siger sebagai bentuk menara untuk landmark Propinsi Lampung.

       3. Perancangan Menara Siger
Rancangan menara siger akhirnya selesai pada tahun 2004. Rancangan ini disampaikan kepada Gubernur Lampung Bapak Sjachroedin ZP dan rancanga ini pula disetujui oleh beliau.
Rancangan menara siger ini merupakan kolaborasi dari tiga unsur yaitu nilai budaya, struktur dan arsitektur.



Gambar 6. Desain Menara Siger


A.  Transformasi Desain ke Perancanaan Teknik
Transformasi Gambar Seni ke Perancanaan Teknik
Pada proses ini dilakukan penerunan-penurunan nilai-nilai estetik dari siger itu sendiri. Setelah itu dilakukan proses pengejawantahan nilai-nilai estetik ini dengan menggunakan teknologi-teknologi baru.



Gambar 7. Proses Transformasi Desain

Transformasi gambar seni ke perencanaa teknik dilakukan secara seksama dan teliti
Lampung sebagai salah satu pintu gerbang pulau Sumatera dan pulau Jawa belum memiliki bangunan yang mencirikan khusus daerah Lampung (Landmark). Konstruksi yang ada selama ini hanya berupa portal atau gerbang yang menunjukan daerah batas atau kabupaten atau kotamadya di wilaya Lampung.
Pada tahun 2001, melalui Bappeda Lampung, penulis mengusulkan kepada Gubernur Lampung Oemarsono perlunya sebuah landmark bagi Propinsi Lampung.Salah satu bentuk yang dipertimbangkan pada saat itu adalah kayu ara. Kayu ara merupakan budaya masyarakat Lampung merupakan pohon kosmologi (Lampung’s cosmological tree). Kayu ara merupakan hal yang penting dan selalu ada pada setiap upacaadat lampung.

A.  Bahan Pembangunan Menara Siger
   
     1. Mengenal Ferosemen
Jika didefinisikan secara sederhana, ferosemen (ferrocement) adalah suatu tipe dinding tipis beton bertulang yang dibuat dari kawat jala, pasir, air, dan semen. Teknologi ferosemsen pertama kali diajukan hak patennya oleh Joseph Louis Lambot tahun 1852 di Prancis dengan membangun dua perahu tahun 1848 dan 1849.
Tahun 1940, Pier Luigi Nervi, insinyur arsitek italia, menghidupkan kembali konsep ferosemen dangan membangun sebuah kapal untuk memancing. Setelah perang dunia II, Nervi menunjukkan kembali konsep ferosemen dengan membangun kapal pancing 165 ton, diberi nama Irene, dengan dinding kapal ferosemen tebal 35 mm yang lebih ringan dibandingkan dengan bahan kayu.
Pada awal tahun 1960, akhirnya ferosemen dapat diterima secara luas untuk konstruksi kapal laut di inggris, Selandia Baru, Kanada, dan Australia. Tahun 1968, FAO mengadakan proyek pembuatan kapal ferosemen di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Unisoviet.
Dibandingkan dengan beton bertulang, ferosemen memiliki sejumlah perbedaan. Dari segi fisik, ferosemen lebih tipis, memilki tulang yang terdistribusi pada setiap ketebalannya,penulangan dua arah,dan matriksnya hanya terdiri atas agregat halus dan semen.
Dari sifat mekaniknya, ferosemen memilki sifat-sifat seragam dalam dua arah, umumnya memiliki kuat tarikdan kuat lentur yang tinggi, memiliki ratio tulangan yang tinggi,proses retak dan perluasan retak yang berbeda pada beban tarik,duktilitas meningkat sejalan dengan peningkatan rasio tulangan anyam,kedap air tinggi. Ferosemen lemah trhadap temperature tinggi, tetapi ketahanan terhadap beban kejut lebih tinggi.
Metode pembuatan pun berbeda dengan beton bertulang, tidak memerlukan keahlian khusus, sangat mudah dalam perawatan dan perbaikan, dan biaya konstruksi untuk aplikasi di laut lebih murah disbanding dangan kayu, beton, bertulang, atau material komposit.
Ferosemen pun terus berkembang. Bahkan, untuk stasiun ruang angkasa pun tekhnologi ini sudah bias di aplikasikan. Bahan-bahan yang digunakan pun makin variatif, bukan sekedar kawat, melainkan juga sampai keserat karbon atau tekstil.

   2. Aplikasi Ferosemen Di Indonesia
Struktur ferosemen yang sudah dikerjakan dan ramah lingkungan sangat cocok untuk diterapkan di berbagai bentuk konstruksi. Bentuk penulangan yang tersebar merata hampir diseluruh bagian struktur memungkinkan untuk dibuat struktur tipis dengan berbagai bentuk struktur sesuai dengan kreasi perencanaannya.
Bangunan monumental dengan struktur ferosemen yang pertama kali dibangun adalah menara masjid dijalan Cisitu Lama, Bandung, tahun 1980. Struktur ferosemen juga digunakan membuat gerbang kebun Binatang Ragunan tahun 1984. Sementara itu, bangunan monumental terbesar di Indonesia dari struktur ferosemen adalah Menara Siger di Bakauheni Lampung yang dibangun tahun 2006 dan diresmikan pada tahun 2008.
Lainnya, Masjid Bagus Kuning Palembang dibangun tahun 1985 dengan bentangan dari sudut ke sudut sepanjang 38 meter. Selain berbentuk kubah, ferosemen ini juga dapat dibentuk datar seperti pada Mesjid Al Abror Bandar Lampung.
Melalui studi model di ITB pada tahun 1982, percobaan pertama dimulai di Sumatera Selatan pada Tidal Rice Project yaitu pembangunan flap gate untuk irigasi pasang surut. Ferosemen juga digunakan untuk membuat saluran irigasi pracetak di Citandui, Jawa Barat, dan juga di Bekri-Rumbia Lampung.
Pusat Penelitih Teknologi ITB dengan nama DTC tahun 1970-an, banyak sekali membangun tangkir air baik dari ferosemen maupun bamboo-semen. Bak air dan kamar mandi fero dan bambu-semen dibangun daerah pedesaan Jawa Barat.
Ferosemen juga diaplikasikan dibidang maritime berupa perahu yang dibuat tahun 1983 dan digunakan untuk memancing. Setelah beberapa tahun digunakan, perahu ini mengalami kerusakan pada bagian dindingnya.
Sebagian kawat jala mengalami karat dan mortalnya terlepas dari kerangka perahu. Perbaikannya bias dilakukan dengan cara mengganti bagian kawat jala yang berkarat dan melepas kembali dengan mortar. Ferosemen dapat juga digunakan untuk membuat dermaga. Panel-panel  ferosemen dicetak di daratan, kemudian dirangkai menjadi satu dengan balok dengan kolom yang sudah terpasang di dermaga.

  3. Konstruksi Ferosemen Menara Siger
Bentuk-bentuk lengkung pada menara siger tidaklah mudah dibuat tanpa menggunakan tekhnik konstruksi yang khusus. Maka, kemudian dipilihlah penggunaan konstruksi ferosemen untuk membangun menara siger.
Ferosemen adalah bentuk dasar dari betonbertulang yang dibuat dari kawat jala, pasir, air, dan semen yang memiliki sifat-sifat kuat tekan dan tarik tingggi. Faktor yang tak kalah penting diterimanya ferosemen adalah ketersediaan bahan dasar di Negara berkembang, dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan disesuaikan dengan lingkungan dan budaya suatu Negara dan cocok untuk dibuat pracetak maupun konstruksi langsung dilapangan.
Penggunaan bahan ferosemen seluas 3000 m2  ini telah mengurangi biaya konstruksi struktur sampai dengan 25 persen di bandingkan dengan beton bertulang biasa.
Sedangkan untuk pembagian lantai, menara siger terdiri atas 5 lantai dengan lantai terluas adalah lantai 1.

Gambar 8. Pemodelan Struktur Menara Siger


1.    Desian Ferosemen
Ferosemen yang digunakan pada menara siger memiliki spesifikasi sebagai berikut :
Spesifikasi Mortar
1
Kuat tekan silinder
Fcm
30
MPa
2
Modulus Elastisitas Mortar
Em
3767.24
MPa
3
Regangan  Ultimate
Eum
0.0075835

4
Kuat tarik
Ftm
2.736
Mpa

Spesifikasi Tulangan Rangka
1
Diameter tulangan
Ds
6
Mm
2
Jarak tulangan
Ss
100
Mm
3
Kuat leleh
Fys
360
MPa
4
Modulus tulangan
Es
210000
MPa
Spesifikasi Ferosemen
1
Tebal penampang
Hfc
30
Mm
2
Jumlah lapisan kawat
Nw
6
lapis

Spesifikasi kawat
1
Jenis segienam
Nw
0.45

2
Diameter kawat
Dw
0.75
Mm
3
Jarak bukaan arah 1
DL
12.5
Mm
4
Jarak bukaan arah 2
DT
12.5
Mm
5
Kuat leleh
Fyw
490
Mpa
6
Regangan Ultimate
Euw
0.015

7
Modulus elastisitas
Ew
210000
Mpa

Modulus Elastisitas Komposit/Forasemen
Ec = Em . Vm + EW . Vfr . nw    Ec = 5.678 x 103
Modulus Retak
Ecr = Ew . Vfr . nw   Ecr = 1.99 x 103

2.    Pembebanan Struktur Pada Menara Siger
·       Beban Mati
1.    Beban mati yang bekerja melata pada lantai bangunan
Beban ini bekerja pada setiap lantai kecuali lantai dasar
·       Berat pelat 0,12 x 2400                     = 288Kg/m2
·       Berat spesi (tebal 2cm) : 0,03 x 2100      = 19Kg/m2
·       Berat penutup lantai                        = 18 Kg/m2
·       Beban plafon dan penggantung             = 388 Kg/m2
= 400 Kg/m2
2.    Beban mati tembok yang bekerja sebagai beban merata garis : untuk badan merata garis untuk dinding ½ bata digunakan sebesar 250 Kg/m2
3.    Beban mati foresemen 0,03 x 2400 = 72 Kg/m2


·       Beban Hidup
Beban hidup yang dipergunakan untuk pada bangunan ini adalah sebesar 250 kg/m2
·       Beban Angin
Tekanan angin diambil sebesar 40 Kg/m2
·       Beban Gempa
Lokasi pembangunan menara siger termasuk kedalam wilayah gempa lima



Gambar 9. Kurva Pembeban Gempa
A.  Pembangunan Menara Siger
Pembangunan menara siger dimulai dengan pengukuran lahan pada bulan Desember 2004. Setelah itu pembangunan menara sendiri dimulai dari bulan April 2005. Tahap pembangunan struktur menara siger dilaksanakan pada bulanApril 2005, kemudian dimulai tahapan pabrikasi struktur bajarangka atap pada bulan Mei 2005

  Gambar 10. Pabrikasi baja



Gambar 11. Tahapan Pembangunan Menara Siger, Tahun 2005
   
1. Pembuatan Atap Ferosemen
Setelah rangka atap diselesaikan maka dimulailah tahapan pembuatan atap ferosemen. Pada tahap awal, dilakukan pemasangan rangka baja sebagai penggantung sementara besi beton ferosemen. Tahapan berikutnya adalah melakukan pemasangan besi neton pada rangka baja.


Gambar 12. Pemasangan



Gambar 13. Pemasangan Besi Beton
Setelah itu dilakukan pemasangan kawat ayam (chicken-mesh) pada besi tulangan sebanyak 3 lapis dari bagian bawah dan 3 lapis dari bagian atas. Setelah selesai memasang lapisan chicken-mesh pekerjaan dilanjutkan dengan pekerjaan plester mortar ferosemen.




Gambar 14. Chicken Mesh telah terpasang




Gambar 15. Sebagian kubah telah diplester dengan mortar
Selanjutnya ferosemen dilaksanakan secara bertahap dan melalui masa perawatan dengan karung basah untuk mencegah terjadinya keretakan akibat pengeringan permukaan ferosemen yang terlalu cepat. Adapun mortar ferosemen juga menggunakan aditif yang berfungsi untuk memperlambat pengeringan mortar.
Pekerjaan plester ferosemen ini dilakukan secara manual menggunakan tenaga menusia dan dihaluskan sehingga tebal ferosemen secara keseluruhan relative setebal 3 cm.



Gambar 16. Menara siger dengan salah satu sayap kubah sudah diplester dengan mortar
Setelah itu barulah selanjutnya adalah tahap finishing. Pada tahap ini permukaan ferosemen kemudian dilapisi cat sebagai tahap akhir pekerjaan atap ferosemen.
  2. Foto Desain dan Realitas

Gambar 18. Menara Siger September 2005
 



Gambar 19. Menara Siger Oktober 2005

  Gambar 19. Menara Siger Oktober 2005

 Gambar 20. Menara Siger Desember 2005
 
 Gambar 21. Menara Siger Juli 2006

Gambar 22. Menara Siger Mei 2007

A.  Bakauheni Lokasi Pembangunan Menara Siger

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan menara siger adalah wilayah pelabuhan bakauheni, Lampung Selatan. Letaknya diatas bukit sehingga dapat dilihat dari kapal ferry yang akan merapat ke pelabuhan maupun yang baru beragkat kearah merak.
Bakauheni dipilih dengan alasan yang cukup mendasar yaitu menandakan pintu masuk wilayah propinsi Lampung. Menara siger inilah yang kemudian menjadi pertanda 0 km ujung selatan pulau sumatera.
 




A.  Anggaran Biaya Pembangunan Menara Siger
Menurut arsiteknya Ir. Hi. Anshori Djausal M.T Dengan penggunaan teknik ferrocement, Menara Siger dijamin mampu menahan terpaan angin kencang walau di bangun dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut, Pembangunan menara siger sejak tahun 2005 sudah menghabiskan biaya Rp15 miliar.  Tidak ada data secara detail, karena pihak pemerintah tidak terlalu transparant untuk mempublish secara rinci





BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Dimulai dari berbagai cara penelitian dan konsep penulisan, dan dari uraian yang telah penulis paparkan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
-         Tokoh penggagas bangunan menara Siger yang paling terkenal adalah Sjahroedin ZP selaku Gubernur Lampung dan Ir.Anshori Djausal, M.T Selaku arsitek pembangunan
-         Waktu Pembangunan menara siger memerlukan waktu selama 4 tahun, terhitung mulai tahun 2004 dan peresmian tahun 2008
-         Bahan dasar dan teknik pembangunan menara siger adalah Ferosemen yang merupakan suatu tipe dinding tipis beton bertulang yang dibuat dari kawat jala, pasir, air, dan semen
-         Biaya yang dibahiskan untuk pembangunan menara siger menghabiskan Rp. 15 Milyar, dengan rincian biaya tidak bisa disebutkan ke media massa dan pers
-         Menara siger merupakan titik nol KM tanah sumatera, yang merupakan awal dibangunya jembatan selat sunda (JSS)

B.   Saran
Berdasarkan ringkasan dan uraian karya tulis ini, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1.    Proses pembangunan menara siger diharapkan agar tidak hanya sebatas bangunan, tapi disertai dengan bangunan lain sehingga wisatawan lebih menikmati keindahan lampung
2.    Dokumentasi dan koleksi pembangunan menara siger agar dipaparkan disetiap sudut, agar pengunjung lebih mengetahui sejarah pembangunan menara siger
3.    Kedetailan biaya pembangunan agar lebih transparan, sehingga masyarakat lebih mengetahui jelas
4.    Perawatan bangunan agar lebih ditingkatkan lagi mengingat wisatawan setiap tahun melonjak
5.    Pengembangan pembangunan di area menara siger seperti arena permainan, aula dan saran informasi harus lebih ditingkatkan
Masukan pembaca sekalian untuk lebih lengkapnya penyusunan karya tulis yang akan datang

Poss-kan koment


Jangan Hanya Menikmati dan Copy Paste Ilmunya Saja, Silahkan Komentar dan Sertakan Link Ini


0 komentar

Posting Komentar

Cancel Reply